Segala Sesuatu itu.. Ada Caranya, Ada Ilmunya. Ada Adabnya, Ada Tatanya. Ada Idenya, Ada Bahasanya.

July 4, 2017 at 10:03 am (adab, akhlak, akhlak karimah, bahasa, Bandung, better, bijaksana, cara, compassion, contemplation, contoh, Edito, hikmah, how-to, humanity, ide, idea, ilmu, Indonesia, introspeksi, Islam, know-how, kritik, language, langue, learn, lesson, love, manner, melawan hawa nafsu,, menuntut ilmu, muhasabah, mukmin, muttaqin, nasehat, non-verbal, Nusantara, pelajaran, pemahaman, pengetahuan, personality, philosophy, prasangka baik, psychology, renungan, repent, respect, santun, seni, sopan, tata, teladan, thinker, truth, ukhuwah islamiyah, verbal) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

Duhai Saudara yang dirahmati Allah,
🌴🌾
Sebuah Renungan Bersama, bahwa
_Segala Sesuatu itu.._
*Ada Caranya, Ada Ilmunya.*⭐
🌴🌾
*Ada Adabnya, Ada Tatanya.*🌙
🌴🌾
*Ada Idenya, Ada Bahasanya.*🌞
_Masya’ Allah barakallahu fiikum_.
🌴🌾

بسم الله الرحمن الرحيم☝

🌴🌾 Hakikatnya, pada prinsipnya, bertambah *ilmu* menjadikan seseorang lebih *bijaksana*.
Bertambah ilmu menjadikan seseorang lebih *rendah hati*.
Sebagaimana *’ilmu padi’*, yang semakin berisi maka ia semakin merunduk. 🌾

🌴 Mari sampaikan segala sesuatu dengan tetap bersikap *santun dan rendah hati*, baik itu _pendapat maupun pertanyaan_,
apalagi jika ide itu sebuah _sanggahan maupun kritik_,
serta, sekalipun jika ide itu sebuah _ilmu maupun pengetahuan_, ataupun jika ide itu sebuah _kebenaran maupun kebaikan_.
*Kenalilah ruang dan waktu*. Pelajarilah teks dan konteks. Jauhilah perdebatan. Pahamilah, bahwa *debat dan dialog itu berbeda*.

🌴 Apapun status dan latar belakang seseorang, baik itu profesi, jenjang sekolah, suku bangsa maupun apapun itu, bukanlah ukuran _keluasan ilmu dan pengetahuan_ seseorang,
bukan pula ukuran _tingkat kecerdasan dan keahliannya_,
apalagi ukuran _nilai amalan dan karakternya_, ataupun _tolok ukur kebenaran dan kebaikannya_. Mari tetap *saling menghargai dan mengedepankan akhlak terpuji*.

🌴 Ada 4 tipe manusia yaitu, (1) _dia tahu bahwa dia tahu_; (2) _dia tahu bahwa dia tidak tahu_; (3) _dia tidak tahu bahwa dia tahu_; (4) _dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu_. Adapun tipe ke-4, ( _dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu_ ), selalu mungkin ada dalam setiap diri. *Ya!* Sekalipun ada seseorang mengaku bahwa ia menguasai *sebuah cabang ilmu*, menduduki *sebuah posisi* jabatan tertinggi dalam *sebuah profesi* di *sebuah bidang*, sekalipun gelarnya profesor. Ini bisa terjadi pada siapapun. Itu sebab, mari lebih berhati-hati. Sebelum menganggap orang lain tidak tahu, *sebelum mempertanyakan* (bedakan dengan menanyakan/bertanya) *kepada orang lain, pertanyakan dulu ke diri sendiri*: _Apakah kita sudah *benar-benar tahu* kebenarannya?_ *Apa jadinya jika _ternyata diri sendiri yang tidak tahu bahwa ternyata diri sendiri tidak tahu_?* _Na’udzubillahimindzalik._

🌴 Insyaflah, tipe ke-4 itu ( _dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu_ ) selalu mungkin ada sebagai unsur dalam setiap pribadi. Perbedaannya ada pada _ukurannya_. Serta, apakah Allah menutupi aibnya atau tidak? Untuk itu, jangan membuka aib seseorang, apalagi saudara muslim. *Lebih baik berbaiksangka terhadap sesama muslim*. Ucap dan perbuatan merupakan perpanjangan dari isi hati dan pikiran. Ingatlah, _sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati dan Ia Maha Kuasa untuk menampakkan maupun menyembunyikannya._

🌴 Ilmu itu karunia dari Allah. Siapa yang dikehendaki-Nya mengetahui sesuatu, akan dianugerahi-Nya pengetahuan itu. _Semoga kita semua termasuk golongan hamba Allah yang diberi *ilmu dan pemahaman*_.
Ilmu itu milik Allah. Kesempurnaan ilmu hanya ada pada Allah.
Manusia hanya diberi secuil titipan ilmu oleh Allah. Dengan inilah manusia hendaknya bisa saling melengkapi, dengan *saling menasehati* _(memberi saran, info, masukan, dll.)_ *untuk kebenaran dan kesabaran.* _Semoga kita semua termasuk golongan hamba Allah yang beruntung._

🌴 _Wal ‘ashr._ 🌴

🍃 Pagi ini, pagi yang indah. _Alhamdulillah_.
Selamat menuntut ilmu di manapun, ke manapun. _Semoga kita semua selalu dalam naungan penjagaan Allah dengan rahmat hidayah taufiq-Nya_. Aamiin. 🍃

🌴🌾 _Allahu wa rasuluhu ‘alam_.
🌴 Ambil yang baik,
tebarkanlah kebaikan.
Yang buruk, tinggalkanlah.
🌴 Mohon maaf jika ada kesalahan, adapun kebenaran itu milik Allah dan datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, sungguh ilmu milik-Nya semata. _Masya’ Allah barakallahu fiikum_.
_Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alaaillaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik_.
🌴🌾
🌴⏳🍃m🍃⌛🌴🌾

\m/

my>k

my

m

nn

nina

#respect #love #compassion #humanity #spreadthetruth

#LoveAllah #LoveMuhammad #LoveJesus #LoveNabi #LoveUlama #LoveYouAll #LoveEachOther #LoveYourself

“Love is compassion.”

“Love yourself so that you know how to love others.”

❤💙💝

🌴🌾🍃🍒🌴

⏳⌛

Advertisements

Permalink Leave a Comment

Pameran ‘Bumi di Tangan Kita’ / Vernissage de “La Terre entre nos mains” à Bandung

October 11, 2011 at 8:00 am (Bandung, French-Français-France, Indonesia, Journal, Life & Health, Nusantara) (, , , , , , , , , , , , , , )

Indonésie | Bandung  – du 29 septembre 2011 au 19 octobre 2011


http://www.latitudefrance.org/Vernissage-de-La-Terre-entre-nos-mains-a-Bandung

C’est avec enthousiasme que le public indonésien a découvert l’exposition scientifique interactive “La Terre entre nos mains” au Centre de Volcanologie et de Géologie de Bandung, en présence de son concepteur. Familles, étudiants, scientifiques et journalistes… nombreux étaient les visiteurs venus découvrir cette exposition innovante, présentée jusqu’au 19 octobre au Centre de Géologie et de Volcanologie de Bandung, important lieu de recherche et d’observation scientifique de Java.
JPG - 38.4 ko

Une exposition ludique et interactive

Comment assurer la traçabilité des aliments ? Est-il possible d’opérer à distance ? Peut-on capter l’eau en milieu aride ? « La Terre entre nos mains » donne à voir de manière ludique les réponses apportées par la science et les laboratoires français aux risques économiques, sociaux et environnementaux du XXIe siècle.

Structurée autour de trois îlots – vivre avec son environnement, consommer et produire pour demain, gestion responsable des ressources – cette exposition de deux cents mètres carrés comprend treize panneaux et vingt-sept manipulations, qui permettent aux petits comme aux grands de se sensibiliser au développement durable… Autrement !

Des médiateurs formés pendant trois jours

Afin d’assurer la continuité de l’exposition, qui tournera àSurabaya et Jakarta jusque mi-décembre, son concepteur Guy-Antoine Dufourd, du Centre Sciences d’Orléans – CCSTI de la région Centre – a conduit trois jours de formation auprès de médiateurs indonésiens. Au programme : montage, démontage et animation de « La Terre entre nos mains » pour un public varié, scolaires à partir de douze ans notamment.

JPG - 21.3 ko

Après avoir présenté l’exposition à des enseignants du secondaire, ces médiateurs ont ainsi initié le grand public aux manipulations et expériences lors du vernissage, moment d’échange convivial entre scientifiques en herbe et plus expérimentés. Réchauffement climatique, mécanique des tremblements de terre et circuits de l’eau n’ont donc plus de secret pour eux ! ***

the text above is derived from url below:

http://www.latitudefrance.org/Vernissage-de-La-Terre-entre-nos-mains-a-Bandung

***

additional from OK-rendezvous !!! (which having such une bonne chance as  ‘la mediatrice’ too)  🙂

photo: Wisnu Agung Wicaksono, Public Relation of CCCL Surabaya (left) when assisting and guiding some visitors of the exposition “La Terre entre nos mains” during its opening in Bandung, Indonesia (3/10). First round has been held by Centre Culturel Français (CCF) de Bandung from 3 – 19 October 2011, taking place at Auditorium Geologi Jl. Diponegoro 1, which in the near future will be also held in Surabaya, and Jakarta.

note: Merci beaucoup pour cette ecriture et l’exposition que tres interessante et importante, et spécialement à Guy-Antoine Dufourd, Centre Sciences d’Orléans – CCSTI de la région Centre, Phillipe Germain-Vigliano, Dina Matayas Soeria Soemantri, Claire, Lusi, Bayu, Abu, et tout le monde de Centre Culturel Français de Bandung (CCF), Sarah et Michelle Smith de CCF Jakarta, et Wisnu Agung de CCCL Surabaya, et Bapak Indio, Resti et Rully de Museum Geologi, et aux des visiteurs.

bon chance pour tous!

enjoy!

my>k

***

more : http://www.ccf-bandung.org/

***

Permalink 3 Comments

Bio Farma Siapkan Lahan Pabrik Vaksin Flu Burung

May 6, 2011 at 2:09 am (Bandung, Indonesia, Journal, Life & Health, Nusantara, Reportage) (, , , , , )

Bio Farma Siapkan Lahan Pabrik Vaksin Flu Burung

Bio Farma Siapkan Lahan Pabrik Vaksin Flu Burung

INILAH.COM, Bandung – PT Bio Farma bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan telah menyediakan lahan bagi fasilitas pembangunan pabrik penghasil vaksin flu burung.

to read more, please feel free to click the link below>>

http://www.inilahjabar.com/read/detail/1485792/bio-farma-siapkan-lahan-pabrik-vaksin-flu-burung

Oleh: Glen JA Sahetapy

salam,

my>k

lagi-lagi jadi model foto news deh ahaha… oke lah namanya juga rekan, tak apa laah ;))

@glen: invoice langsung dikirim ke email anta yak ahaha..

@bebeng: lagi-lagi ini ide kau wew

Permalink Leave a Comment

Next page »