“DIY!DAY! Do It Yourself!Do Art Yourself!!!”

March 21, 2010 at 7:57 pm (Contemporary Art, Image, Vide) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

DIY!DAY! Do It Yourself!Do Art Yourself! OKRENDEZVOUS/mayaKei, allezNina, SR Nin (eds) (ID)

DIY!DAY! Do It Yourself!Do Art Yourself!!!

bstrgrds,.

/nin

(c)myk.inc – my>k — my>K — MyK — nina(c)myk – nin(c)myk — /nin — allezNina — AllezNinaMyK — NinaMayaKei – mayaKei — (R) OK Rendez-vous

Permalink 2 Comments

Audience in Commentaire for KOC in Concert (full)

September 24, 2008 at 4:06 pm (GATRA, Journal, Musique, Reportage) (, , , , , , , , )

Lampiran II

Transkrip opini audiens

Beben (26) (mahasiswa FSRD ITB/ seniman)

Puas. Karena memang KOC bagus.

Sound-nya bagus.

Untuk orang Bandung, tiketnya lumayan mahal.

Tidak sengaja dapat tiket. Gara-gara terlalu mahal. Tiba-tiba dapat. Temennya kasih.

Kalo ia tidak mendapatkan ID secara Cuma-Cuma, ia tidak akan bela-belain membelinya. Karena terlalu mahal.

Angga (24) (Arsitek)

Keren. Pertunjukannya over all keren.

Kepenuhan. Pengap. Panas abis. Seharusnya lebih besar. Bandung sudah saatnya punya ruangan yang akustiknya bagus.

Karena panitia sudah memperingatkan agar penonton tidak banyak Soundnya jernih.

Peraturan panitia bahwa penonton tidak boleh bicara terlalu keras. Menolong sound keluar lebih jernih.

Namun ruangan Dago Tea House kurang bagus untuk akustik.

Kalau mereka bicara agak pelan sedikit tidak terdengar jelas. Meskipun mereka bicara dengan bahasa Inggris. Kadang tertangkap kadang tidak.

Barangkali Bandung sudah saatnya memiliki gedung pertunjukan yang besar. Namun tidak sebesar Gedung Sabuga. Karena Sabuga kurang sesuai juga. Serta gedung yang dirancang khusus untuk format musik akustik seperti ini.

Ia fans dan suka musik seperti itu.

Harga tiket diharapkan bervariasi sesuai dengan tempat duduknya. Jangan dipukul rata.

Untuk sebuh KOC, harga tiket cukup. Tapi tetap tidak adil dan rasanya kemahalan bila dipukul rata bagi yang duduk di depan maupun di belakang.

Karena sudah bekerja, ia jabanin juga membeli tiket.

Karin (20) (pelajar)

OK. Rugi banget kalau gak nonton.

Harga tiket sebanding dengan penampilannya.

Seperti mendengar langsung dari CD.

Vina (22) (penyiar radio Oz)

Puas banget. Tidak sia-sia membayar 250 ribu. Sialan kenapa harus bayar. Orang-orang bisa juga gratisan.

Agak sedikit mahal. Tapi fine.

Nge-fans.

Speaker banget. Ia duduk tepat di samping speaker.

Ternyata orang lucu. Justru lucu. Mereka bisa main musik seperti itu, tapi orangnya lucu. Imut. Begitu muda. Dan gila.

Mereka berdua sudah kelamaan bergaul bareng sehingga tampaknya saling melengkapi. Begitu match di atas panggung.

***

salam,.

my>k

Permalink Leave a Comment

Exclusive Interview with Erlend Oye (I mean.., Exclusive)

September 24, 2008 at 3:29 pm (GATRA, Journal, Musique, Reportage) (, , , , , , )

an Exclusive Interview with Erlend Oye, by Maya Soetoro Dwidjo

Lampiran I

Obrolan terekam bersama Erlend Oye: Exklusif

Shortly, what do you call your music? The genre.

(Secara singkat, apa jenis musikmu?)

I don’t know. It’s hard to find it. I would wish I could find a good name for it.

When you are in childhood, what was your dream to be?

(Saat kamu kanak-kanak, apa cita-citamu?)

I think, to sing and to make song was definitely what I wanted to do but I never said that I wanted to be. But what I always want to do is to have a job that I’m enjoy it to do. That was a fun job.

When did you started to play music? How do you learn or study about music?

(Kapan kamu mulai bermusik? Bagaimana kamu mempelajarinya?)

I don’t really play an instrument before I was 16th.

I never studied. That’s the thing. I never studied music.

I played with my friends. We learn each other. Like a little bit there. A little bit there. Finnaly..(thus).

Along of your journey, have you ever found some difficult moment? If so, how do you handle it?

(Selama perjalananmu, pernahkah kamu menemukan masa-masa sulit? Bila ya, bagaimana kamu mengatasinya?)

Well, the whole very much point for making a song is that you are making a song about at difficult moment. About something sad for example. It is such an amazing thing that you can turn something sad into something beautiful. That is the main reason for making music, you know..?

I experience something sad in February 2000, for example. And then, in 2006, I played this song in Bandung. And everyone knows about this. And everyone sings along to this moment. And you can go back to this moment that you write about. And it seems it makes you so optimistic. It means that, you know, you can set your mind to do something and it multiplies.

Along of your journey, who’s the person that really support you?

(Sejauh ini, siapakah orang yang paling mendukungmu?)

My mom. Yes, the one I’ve told she is a panter. She’s the one who is always supported me. Well a lot of people.., I think, everyone meet a lot of resistance when they want to become. My mom has supported as she could possibly be.

For all around the world. In your opinion. Make a definition or meaning of a Mom or Mother?

(Katakan pada dunia. Dalam opinimu, apa definisi atau makna seorang ibu?)

For me, Mom is the person that makes you feel the more save. I guess the person that you can trust the most.

[Click. Off. Gone.]

[Tamat]

***

salam,.

my>k

Permalink Leave a Comment

Next page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.